ASPEK DEMOGRAFI DESA PONDOKNONGKO

  22 Maret 2017  |  DESA PONDOKNONGKO

2.1.3 Demogafi Desa

       Secara umum gambaran penduduk Desa Pondoknongko dapat diklasifikasikan dalam 4 hal yaitu : Berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan dan agama. Adapun gambaran dari demografi Desa Pondoknongko sebagai berikut :

        1. Penduduk berdasarkan jenis kelamin

                    Gambaran secara umum tentang jumlah penduduk Desa Pandawa berdasarkan jenis kelamin dapat disajikan adalah pada tabel 1 berikut :

Tabel 1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

No

Jenis Kelamin

Jumlah (orang)

1

Laki-laki

                     1481

2

Perempuan

                     1706

Jumlah

                     3187

Sumber : Monografi Desa PondoknongkoTahun 2014

  Dari tabel 1 diatas menunjukan bahwa sebagian besar 1706 orang ( 53,5 %) penduduk Desa Pondoknongko berjenis kelamin perempuan sedangkan sisanya sebesar 1481 orang ( 46,5 %) berjenis kelamin laki-laki. Hal ini menunjukan bahwa di Desa Pondoknongko peran perempuan dalam perumusan pembangunan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis.

        1. Penduduk berdasarkan pekerjaan

               Sedangkan gambaran secara umum tentang jumlah penduduk Desa Pondoknongko berdasarkan pekerjaan dapat disajikan pada tabel 2 adalah sebagai berikut :

Tabel 2

Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

No

Pekerjaan

Jumlah (orang)

1

Petani

 1.118

3

Pegawai Swasta

 17

4

Pegawai Negeri Sipil

 5

5

Perdagangan

 245

6

Pengrajin Sapu lidi

 25

7

Buruh Tani

200

8

Jasa

 2

Jumlah

 1616

Sumber : Pendataan RPJMDES Tahun 2014

                  Dari data tabel 2 menunjukan bahwa sebagian besar penduduk Desa Pondoknongko bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani sebanyak 1318 orang (81.5 %),sebagai pegawai swasta sebanyak 17 orang (1 %)  bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil sebanyak 5 orang (0.3 %), bekerja dibidang perdagangan sebanyak 245 orang ( 15.1 %) , sebagai Pengrajin sapu lidi sebanyak 25 orang ( 1.5 %), dan di bidang jasa sebanyak 2 orang ( 0.1 %)

        1. Penduduk berdasarkan pendidikan

                  Gambaran secara rinci tentang jumlah penduduk Desa Pondoknongko berdasarkan tingkat pendidikan dapat disajikan pada tabel 3 adalah sebagai berikut :

Tabel 3

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No

Pendidikan

Jumlah

1

SD

1.174 

2

SMP

 93

3

SMA

 67

4

PT / Akademi

 14

5

Tidak Sekolah

 75

Jumlah

 1423

Sumber : Pendataan RPJMDES Tahun 2014

                  

 

Dari data tabel 3 menunjukan bahwa sebagian besar penduduk Desa Pondoknongko mempunyai pendidikan SD/MI sebesar 1.174  orang (82,6 %), sedangkan sebanyak 93 orang (6,2 %) berpendidikan SMP/ MTs, sebanyak 67 orang ( 4,7 %) berpendidikan SMA / MA, sebanyak 14 orang ( 0,9 %) berpendidikan PT/Akademi sedangkan sisanya sebanyak  75  orang (58,10%) tidak sekolah.

        1. Penduduk berdasarkan agama

       Jumlah penduduk Desa Pondoknongko berdasarkan pemeluk agama dapat disajikan pada tabel 4  adalah sebagai berikut :

Tabel 4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Pemeluk Agama

N0

Agama

Jumlah

1

Islam

 3199

2

Kristen

-

3

Katolik

5

4

Hindu

1

5

Budha

-

Jumlah

3.205

Sumber : Pendataan RPJMDES Tahun 2014

 

Dari tabel 4 menunjukan bahwa penduduk Desa Pandawa sebanyak 3. 850 orang (100%) memeluk agama Islam. Keadaan yang demikian ditunjukan dengan banyaknya bangunan sarana prasarana ibadah yang berupa Masjid dan Mushala serta kehidupan masyarakat Desa Pandawa yang Islamis dan relegius.

        1. Penduduk berdasarkan usia

       Jumlah penduduk Desa Pondoknongko berdasarkan pemeluk usia dapat disajikan pada tabel 5  adalah sebagai berikut :

Tabel 5

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

perempuan

Jumlah

Prosentase

1

0-4

136

161

297

9,3 %

2

5-9

211

247

458

14,4 %

3

10-14

193

216

409

12,8 %

4

15-19

180

195

375

11,7 %

5

20-24

107

124

231

7,2 %

6

25-29

85

107

192

6 %

7

30-34

91

98

189

5,9 %

8

35-39

81

103

 184

5,7 %

9

40-44

85

101

186

5,8 %

10

45-49

79

97

176

5,5 %

11

50-54

87

94

181

5,6 %

12

55-58

75

83

158 

4,9 %

13

>59

71

80

151

4,7 %

Jumlah Total

1481

1639

3187

100 %

Berdasarkan Data PPLS 2014

 Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Pondoknongko sekitar 1.158 atau hampir 36,3 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Tingkat kemiskinan di Desa Pondoknongko termasuk tinggi. Dari jumlah  1540 KK di atas, sejumlah 489 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera;  576 KK tercatat Keluarga Sejahtera I;  465 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II;  7 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 3 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih  69,1 % KK Desa  Pondoknongko adalah keluarga miskin.

        1. Penduduk berdasarkan kondisi kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif rendah. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan ikut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa  Pondoknongko secara umum.

Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup rendah jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 2 orang, tuna rungu 5 orang, tuna netra 7 orang, dan lumpuh 10 orang. Data ini menunjukkan tinggi kualitas hidup sehat di Desa Pondoknongko Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2014 di Desa Pondoknongko berjumlah 429 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio4 dan DPT-3 berjumlah 91 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan Polindes di Desa Pondoknongko. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif langka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 47 kasus bayi lahir pada tahun 20014, tidak ada bayi yang tidak tertolong.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 297 balita di tahun 20014, hanya ada 1 balita bergizi buruk, 7 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal ini menunjukkan kualitas balita Desa Pondoknongko sudah baik.

2.1.4 Keadaan Sosial Desa

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Pondoknongko, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Khusus untuk pemilihan kepala Desa Pondoknongko, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Pondoknongko pada tahun 2012. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada Tiga  kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Pondoknongko seperti acara perayaan desa.

Pada bulan Juli dan Nopember 2013 ini masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 70% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di Desa Pondoknongko.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa  Pondoknongko mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa  Pondoknongko mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Pondoknongko kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur Yang paling timur suasana budaya masyarakat Jawa Banyuwangi sangat terasa di Desa Pondoknongko. Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa osing. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Pondoknongko. Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Pondoknongko, Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Pondoknongko. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.

 

2.1.5 Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa  Pondoknongko Rp. 50.000 Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Pondoknongko dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri gula dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 1.118 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 287 orang, yang bekerja di sektor industri 45 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 157 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 1624 orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.

Tabel 6

Mata Pencaharian dan Jumlahnya

     

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

 

1

Pertanian

1118 orang

68,8 %

 

 

2

 

1. Jasa Pemerintahan

2. Jasa Perdagangan

3. Jasa Angkutan

4. Jasa Ketrampilan

5. Jasa lainnya

       

 17   orang        

  245 orang

   14    orang

  25 orang

             3  orang

1 %

13,2 %

0,7 %

1,3 %

0,1 %

 

3

Sektor Industri

 45 orang

2.4 %

 

4

Sektor lain

157 orang

8,4 %

 

Jumlah

1624 orang

100 %

 

 

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Pondoknongk

Contact Details

  Alamat :   DUSUN KRAJAN RT 03 RW 05
  Email : https://mail.google.com/mail/u/0/?shva=1#inbox
  Telp. : (0333) 4465284
  Instagram : https://www.instagram.com/desa.pondoknongko/?hl
  Facebook : https://www.facebook.com/kantor.pondoknongko.1
  Twitter : https://twitter.com/Ds_Pondoknongko


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi